NEW

mengenal aimmah 4 madzhab dan usul madzhabnya

تعريف باللأئمة اللأربعة و أصول مذاهبهم      v             اللإمام أبو حنيفة ·          هو النعمان بن ثابت بن زوطى – من أصل الفار...

Tampilkan postingan dengan label makalah santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2019

Flakka ’Zombie’ dan Indonesia Darurat Narkoba

Flakka ’Zombie’ dan Indonesia Darurat Narkoba
Oleh: Aulia Fauziyyah

Jika dilihat dari keadaan Negara kita saat ini, bukanlah suatu hal yang biasa dengan maraknya  kekacauan yang diam-diam merusak moral bahkan kehidupan kita yang sangat berharga. Saat ini bahkan detik ini mulai berkeliaran kasus-kasus narkoba yang memenuhi berita luar negeri bahkan dalam negeri sekalipun. Tidak bisa dipungkiri bahwa korbannya tidak hanya dari generasi remaja saja bahkan anak-anakpun turut menjadi korban kerusakan itu.
Narkoba jenis Flakka baru-baru ini menghebohkan masyarakat Indonesia, efek sampingnya membuat penggunanya terlihat seperti zombie bahkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kematian. Dalam sejumlah kasus, pengguna flakka merasa lebih kuat dan percaya diri bahkan sampai-sampai ada yang menjadi gila. Seperti yang terjadi di Florida Selatan, Amerika Serikat, seorang pria yang merusak pintu kantor polisi saat dia dalam reaksi flakka, dan seorang gadis yang berlari-lari di jalanan sambil mengatakan bahwa dirinya setan, efek-efek tersebut yang membuat siapa yang melihatnya merasa seperti zombie dikehidupan nyata.
Di Indonesia sendiri kepala badan narkotika nasional(BNN) kota kendari, sulawasi tenggara (sultra) Murniati mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di kendari masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).
Hingga saat ini, pihak BNN kendari mencatat sudah ada 35 orang yang dirawat dibeberapa rumah sakit dalam kota kendari, dan diperkirakan akan ada lagi korban yang mendatangi rumah sakit. Satu orang diantaranya yakni siswa sekolah dasar telah meninggal.
Awal mula flakka
Awalnya flakka diproduksi obat sintetis pada 2012, obat ini kemudian dilarang penggunaannya karena para dokter menemukan ada zat yang sangat berbahaya didalamnya. Para dokter kemudian meningkatkan level yang sebelumnya terkategori obat sintesis menjadi narkoba paling berbahaya. Senyawa tersebut merangsang bagian otak yang mengatur hormon dopamin, serotonim dan mood.
“Flakka juga memiliki potensi 100 kali lebih kuat dibanding heroin,dan termasuk jenis narkoba baru yang sangat berbahaya”ujar Henry kapada detikcom selasa(30/5/2017)
Efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam, namun dapat terjadi secara permanen pada otak, bahkan tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga dapat menghancurkan otak karena akan berkeliaran lebih lama dari kokain
Ketua umum DPP Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Henry Yosodiningrat mengatakan flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat. Zat ini memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin. Selain itu, flakka juga mengandung senyawa kimia berupa MPDV (Methylenedioxypyrovaler)
Dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, yang akrab disapa dokter koko dari badan data informasi Ikatan Dokter Indonesia(IDI) menjelaskan flakka sendiri bisa memiliki potensi yang lebih kuat dari jenis narkotika lain seperti amfetamin, oleh karena itu bukan tidak mungkin penggunanya mengalami delusi parah menyebabkan hal-hal seperti yang digambarkan dalam beberapa postingan video.
“Hampir semua narkotika zat adiktif memberikan efek seperti itu. Merusak alam pikiran. Anggota keluarga bisa terlihat atau terdengar seperti orang jahat, rumah yang sejuk bisa mereka rasakan seperti neraka,” kata Dr Koko kepada detikhealth.
Namun demikian Dr Koko meluruskan, bukan berarti flakka mengubah orang menjadi zombie sesuai definisinya yaitu mayat hidup. Dalam fenomena ini orang-orang disebut zombie karena kondisi mentalnya yang rusak terpengaruh oleh zat flakka itu sendiri
 Narkoba berbentuk Kristal yang memiliki efek penggunanya seperti zombie ini sudah masuk ke Indonesia. Kepolisian republik Indonesia akan mencegah dan menditeksi peredaran narkoba jenis flakka ini, polri akan menggandeng badan narkotika nasional(BNN) dan kementrian kesehatan(kemenkes) RI.

Sabtu, 13 Oktober 2018

REVOLUSI KARAKTER


Oleh : Andini Prima Roswati*

        Dengan berjalannya waktu, bergantinya generasi, berlalunya peradaban, bumi ini selalu mengalami perubahan warna. Generasi zaman Jokowi tentu berbeda dengan generasi zaman Habibi. Itu pasti. Fakta yang terjadi saat ini adalah adanya konflik horizontal yang tidak terlepas dari rendahnya moralitas generasi. Hantaman budaya asing yang menganut paham sebebas-bebasnya telah merubah karakter generasi muda yang selayaknya religius menjadi bangsa yang permisif dan mudah terprofokasi, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda.

Minggu, 07 Oktober 2018

Ungkapan Cinta Mahasiswa Untuk Penguasa


Oleh : Aminatul Munawaroh*

 Mahasiswa merupakan salah satu penggerak kemajuan sebuah negara, serta menjadi tolak ukur  kesuksesan pendidikan dalam negara tersebut. Barisan ini diisi oleh para pemuda yang sedang menempuh jenjang pendidikan di sebuah perguruan tinggi.

Menurut Guardian of Value salah satu peran mahasiswa adalah menjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlak, yaitu menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas, empati, dan sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat lainnya. Seiring bergantinya zaman, peran tersebut nampaknya sudah mulai pudar di kalangan mahasiswa. Mereka tidak lagi peduli dengan kondisi serta suara hati rakyat, namun mereka disibukkan dengan tugas-tugas individu yang mereka terima dari para dosen.

Jumat, 05 Oktober 2018

TOLERANSI


Oleh : Aleezha*
Berbicara mengenai toleransi akhir-akhir ini memang sangatlah menarik. Terlebih banyak dari kita yang mudah tersulut oleh sedikit konflik berbau toleransi, saat manusia lain berbeda dengan kita –apapun itu perbedaannya- maka ia tidak termasuk dari golongan kita. Padahal jelas, perbedaan merupakan fitrah dan sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan Allah, bahkan dengan adanya perbedaan itulah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk saling toleransi juga memahami sebagaimana termaktub dalam firman-Nya Qs. Al-Hujurat: 13.

Kamis, 04 Oktober 2018

MENDIDIK GENERASI ZAMAN NOW

Oleh : Alifah Nuril Izzati*

      Lahirnya generasi zaman now atau mereka yang lebih dikenal dengan istilah “kids zaman now” tidak terlepas jauh dari pesatnya perkembangan teknologi. “Kids zaman now” atau yang disebut juga dengan generasi Z adalah mereka yang lahir pada kisaran  tahun 1995-2010 M.
     

DAKWAH DI ERA DIGITALISASI

Oleh: Aisyah Rofa’*

Waktu terus melaju tanpa jeda, umpama angin yang berhembus tanpa henti. Terus melaju menggilas apapun yang ada dihadapannya, menggilas siapapun yang tak ingin beranjak mengikuti perkembangannya. Tentu, zaman berganti dengan sekejap seakan berlalu begitu cepat, membawa perubahan menuju zaman penuh teknologi tak tertandingi, mengantarkan kepada dunia dengan segala kecanggihannya yang begitu memanjakan yang pada sejatinya sedang merangkak kepada kehancuran.

BACALAH SEJENAK LEMBARAN SEJARAH

Oleh : Ayyesha Jaisyur Rohman* 

Add caption
   Manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna penciptaannya dari segala sisi , bahkan Allah pula yang memilih manusia untuk menjadi kholifah di muka bumi.  Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak mejadikan kholifah di bumi….' ".Qs, Al Baqoroh:30.
Akan tetapi dengan predikat semacam ini bukan berarti manusia selalu menjadi makhluk terbaik.